Senin, 30 April 2012
Minggu, 01 April 2012
Tugas Softskill Aspek Hukum dalam Ekonomi
Nama : Muhamad Ihsan
NPM : 26209595
Kelas : 3 EB 18
Dosen : Ibu Anggi
Mata Kuliah : Bahas Inggris Bisnis 2
simple present tense :
1. They go to school every morning
2. my mother makes a cake every Sunday
3. we eat rice everyday
4. I cook rice in the kitchen
5. she live in a small house in front of my house
6. he usually wears ablacktie
7. I go to the office by motorcycle
8. does he work hard everyday
9. the sun rises in the east
10. we go ro school everyday
Present continuous tense :
1. She is swimming in the swimming pole
2. I am reading a newspaper
3. they are sitting under the tree
4. he’s talking to someone
5. they are smoking in the backyard
6. we are working hard today
7. The teacher was explaining the lesson
8. Dewi is working on that task
9. She is not staying in Bekasi
10. Budi, To'o and Aan is discussing right now
Present perfect tense :
1. he has gone to the Jakarta for two days
2. we have eaten our breakfast
3. they have been here for two hours
4. I have just meet him
5. she has bought a new car
6. he has already read that magazine
7. We have studied English since a month ago
8. she has been writing letter for hours today
9. Budi and Agus have worked here for five years.
10. Rina has not finished his homework yet
Present perfect continuous tense
1. She has not been seleping for two hours
2. they have not been living here since 1971
3. has she been sleeping for two hours?
4. have they been living here since 1971?
5. we have been waiting him for there hours
6. I have never gone to Jakarta
7. She has been learning english for 3 years
8. I have been teaching english since last year
9. They have been touring since yesterday
10.
Kamis, 20 Oktober 2011
Tugas Softskill Bahasa Indonesia
Tugas Softskill Bahasa Indonesia
Nama : Muhamad Ihsan
NPM : 26209595
Kelas : 3 EB 18
Dosen : Ibu Diah Nurmalasari, SPd
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tugas
Resensi ialah tulisan yang isinya menimbang atau menilai sebuah karya yang dikarang atau dicipta orang lain. Resensi itu asal katanya dari bahasa Belanda recensie. Dalam bahasa Inggris, padanan katanya adalah istilah review (ini juga berasal dari bahasa Latin: revidere; re “kembali”, videre “melihat”). Karya yang dinilai dalam tulisan resensi meliputi buku, film, teater, lagu, dan semacamnya.
Secara umum, resensi dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Deskriptif : menggambarkan dan menjelaskan tentang karya seseorang secara menyeluruh, baik dari segi isi, penulisannya, maupun penciptanya (creator). Resensi deskriptif ini tidak sampai pada penilaian kritik (bagus/tidak) si penulis terhadap karya yang dia resensi. Dia hanya menjelaskan secara singkat tentang isi, proses, dan pencipta sebuah karya.
2. Deskriptif-evaluatif : resensi dengan karakter kedua ini melakukan penilaian terhadap sebuah karya lebih dalam dari yang pertama. Dia tidak hanya menggambarkan, tapi menilai sebuah karya secara keseluruhan dengan kritis dan argumentatif. Sehingga ada kesimpulan pada akhir resensi, apakah karya yang diresensi baik kualitasnya atau tidak.
3. Deskriptif-komparatif : resensi yang ketiga ini lebih sulit lagi daripada macam resensi yang kedua. Resensi macam ketiga ini mencoba melakukan penilaian pada sebuah karya dengan cara membandingkan karya orang lain yang memiliki kesamaan atau keterkaitan secara isi dan materi. Disebut sulit, sebab selain membutuhkan analisa mendalam dan kritis, resensi macam ketiga ini membutuhkan pengetahuan dan wawasan luas. Tidak hanya satu karya yang harus dia pahami, namun karya-karya lain yang berhubungan dengan karya yang dia resensi harus pula dia pahami.
Tujuan resensi buku adalah mengomunikasikan penilaian yang sudah
ditimbang masak-masak kepada pembaca lain, agar mereka memutuskan
ingin membaca buku tersebut atau tidak. Penting menyajikan resensi
yang mudah dipahami pembaca, mampu memenuhi kebutuhan dan
karakteristik mereka. Dan sebagai saran seorang kawan, pembaca
diharapkan akan mempertimbangkan pula masukan tersebut. Ingat, seorang
kawan tak akan memaksa; andaipun terkesan memaksa, itu pasti demi
kebaikan atau karena rasa sayang. Bila saran itu dirasa datang dari
seorang kawan baik, orang yang tak akan mencelakakan, yakinlah saran
itu akan berpengaruh, setidak-tidaknya karena ada seseorang telah
bersaksi bahwa sebuah buku itu sungguh-sungguh layak diperhatikan.
Asma Nadia menyebutkan lima alasan kenapa kita harus menulis resensi. Berikut ini kutipan apa yang ia tulis.
1. Sebagai upaya mengikat makna. Dengan menulis kamu mengikat apa yang kamu baca. Dengan mengikatnya maka kamu tidak akan cepat lupa pada hal-hal yang mungkin baik yang ada di buku itu.
2. Menulis resensi juga merupakan latihan yang baik untuk mengapresiasi sebuah tulisan, dengan elemen-elemennya. Resensi tentu saja bukan sekumpulan pujian terhadap satu buku. Resensi boleh saja merupakan deretan kritikan terhadap buku itu. Sah-sah saja. Tapi dengan meresensinya maka kamu akan memikirkan baik buruknya buku yang kamu baca, dengan lebih dalam. Yang pada berikutnya akan memberimu masukan secara pribadi, kekurangan-kekurangan penulis yang tidak boleh dibiarkan ada pada tulisanmu nanti, maupun mencoba mengambil kelebihan-kelebihan si penulis, agar juga menjadi milikmu. Khususnya jika kamu ingin menjadi seorang penulis.
3. Menulis resensi seperti juga buku harian, surat pembaca, atau blogging, merupakan latihan yang sangat baik untuk menulis. Dengan menulis resensi kamu belajar mengungkapkan gagasan dengan lebih baik.
4. Menulis resensi, juga membantumu mengingat buku-buku apa yang telah kamu baca. Daripada sekadar membaca, toh kamu sudah membeli buku itu, kenapa tidak sekalian menulis apa kesanmu, apa yang bisa kamu ambil, apa protesmu tentang buku itu. Ini bisa jadi cara baik untuk mengajak temanmu yang lain membaca. Apalagi kalau diam-diam kamu punya koleksi resensi dari semua buku yang kamu baca.
5. Menulis resensi juga bisa pembelajaran untuk bernalar dalam mentranskripsi teks yang sangat luas ke dalam teks lebih ringkas dengan mengembangkan analisis prioritas terhadap teks yang akan diresensi. Dengan demikian, kecerdasan otak kanan juga lebih terasah.
Untuk resensi buku, berikut beberapa kiat yang bisa membantu kita untuk mempermudah penulisannya.
1. Baca isi buku dengan pemahaman keilmuan yang kita miliki. Seorang yang tidak menguasai teori sastra sama sekali, jelas akan kesulitan menganalisa buku sastra. Apakah peresensi harus seorang ahli/ilmuwan? Tentu tidak. Tapi, minimal menguasai dasar-dasar suatu ilmu pengetahuan yang ada dalam isi buku tersebut.
2. Peresensi yang baik seyogianya membaca isi buku secara lengkap, jika perlu berulang-ulang dan membandingkan dengan beberapa buku serupa. Tapi ini akan merepotkan dan menghabiskan energi. Peresensi yang demikian biasanya untuk penulisan jenis resensi kritik. Untuk jenis resensi informatif atau deskriptif, kita hanya mencari bagian-bagian point of view dari tema buku, termasuk kata pengantar dan epilog. Namun demikian, hanya bisa diterapkan untuk mengulas buku ilmiah yang mana bab per babnya disusun secara baku dan teratur. Untuk buku jenis novel jelas tidak bisa diterapkan.
3.Pilih tema pokok yang ingin anda jelaskan dalam resensi. Point of view, atau angle tidak boleh lebih dari satu. Hal ini untuk menghindari melebarnya pembahasan dari tema pokok.
4. Kutip beberapa materi dari isi buku sebagai data ulasan.
5. Berikan penjelasan pada lead tulisan secara singkat dan deskriptif isi buku.
6. Materi isi buku dijabarkan pada bagian struktur/badan penulisan.
7.Akhiri penulisan dengan komentar singkat. Peresensi yang baik akan menyanjung dan mengkritik secara objektif dan proporsional. Ingat, posisi peresensi dalam hal ini adalah sama dengan seorang ilmuwan. Tak boleh subjektif dan distortif dalam menyampaikan ulasan.
Adapun tujuan resensi film adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (menyeluruh) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah produk (buku, kaset, film, sinetron dan sejenisnya yang udah saya sebutkan di atas).
2. Mengajak penikmat film untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah produk.
3. Memberikan pertimbangan kepada calon penonton atau penikmat film apakah sebuah produk film pantas mendapat sambutan masyarakat atau malah sambitan?
4. Menjawab pertanyaan yang (mungkin) muncul jika seseorang melihat produk yang baru diluncurkan (diterbitkan), seperti:
a. Siapa siapa sutradara dan para pemainnya? Beserta kru film lainnya
b. Mengapa ia membuat film tersebut?
c. Apa pernyataannya?
d. Bagaimana hubungannya dengan film-film sejenis karya sutradara yang sama?
e. Bagaimana hubungannya dengan film-film sejenis yang dihasilkan sutradara-sutradara lain?
5. Untuk segolongan penikmat film bertujuan :
a. Membaca agar mendapatkan bimbingan dalam memilih-milih filmtersebut.
b. Setelah membaca resensi produk berminat untuk menonton atau mencocokkan seperti apa yang ditulis dalam resensi.
c. Mengandalkan resensi sebagai sumber informasi.
Untuk membuat resensi film, berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan:
1. Mengenali atau menjajaki film yang akan diresensi.
2. Mulai dari tema film yang diresensi, disertai deskripsi (penggambaran) isi film
3. Siapa perusahaan yang menerbitkan film itu, kapan dan di mana diproduksi? Durasi berapa?
4. Siapa sutradaranya nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan prestasi, film apa saja yang ditulis hingga mengapa ia sampai menyutradarai film tersebut. Jadi cerita singkat tentang sutradaranyanya. Termasuk produsernya
5. Film tersebut termasuk golongan / genre film yang mana?
6. Melihat film yang akan diresensi secara komfrehensif, cermat dan kunti (baca: tekun dan teliti). Artinya melihat sedetail-detailnya. Jangan ada yang keliru.
7. Menandai bagian film yang akan dijadikan sebagai kutipan dalam resensi. Biasanya point-point yang menarik dari film tersebut.
8. Membuat sinopsis atau intisari dari film yang akan diresensi.
9. Menentukan sikap sebagai perensi dengan menilai hal-hal berikut:
a. Skenarionya, alur ceritanya enak apa nggak (misalnya melompat-lompat apa mengalir enak), bagaimana dengan dialog-doalog di ceritanya tersebut, bagaimana akting dari para pemainnya, tata suara, tata gambar, dan latarnya bagus apa tidak.
b. Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar-dasar dan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya
Tulisan Softskill Bahasa Indonesia
Tugas Softskill Bahasa Indonesia
Nama : Muhamad Ihsan
NPM : 26209595
Kelas : 3 EB 18
Dosen : Ibu Diah Nurmalasari, SPd
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tulisan
Resensi Buku : 7 Keajaiban Rezeki
JUDUL : 7 KEAJAIBAN REZEKI
PENGARANG : IPPHO “RIGHT” SANTOSA
PENERBIT : ELEX MEDIA KOMPUTINDO
HARGA : Rp. 84.800,- (kalo beli di palasari bandung cm 65.000, hehe)…
INI DIA COVER BUKUNYA :
Nah, ketika membaca buku ini, di halaman 20 pembaca langsung disuguhkan dengan gambar 5 lingkar, yaitu lingkar diri, lingkar keluarga, lingkar sesama, lingkar semesta, dan lingkar pencipta. Memang sesungguhnya buku ini membahas bagaimana mempercepat kesuksesan seseorang dengan memperhatikan aspek 7 keajaiban utama. Keajaiban-keajaiban tersebut dibungkus dengan ulasan yang renyah, padat, dan ada jaminan untuk segera merealisasikannya. Setidaknya itu yang pernah saya rasakan saat kekuatan itu membuat saya ingin bergerak secepatnya. Sudah tidak sabar, berikut adalah 7 Keajaiban yang ada dalam buku ini : Sidik Jari Kemenangan, Sepasang Bidadari, Golongan Kanan, Simpul Perdagangan, Perisai Langit, Pembeda Abadi, dan Pelangi Ikhtiar. Wow, dahsyat bukan?memang disini tidak hanya keajaiban-keajaiban yang diutarakan, akan tetapi terdapat berbagai bonus seperti audio motivasi durasi 3 jam, bonus tambahan (kalender, poster, stiker, konsultasi, dan lagu motivasi) serta memuat manfaat-manfaat praktis. Apa itu manfaatnya :
- menguasai 90 persen pintu rezeki
- memahami 19 amal yang melipatgandakan rezeki
- menjual lebih banyak, lebih cepat, dan lebih mahal
- mengambil keputusan 1000 kali lebih cepat
- melipatgandakan pengaruh dan go national 10 tahun lebih awal
- mengendalikan Law of Attraction, impian, dan nasib
- mengubah kelemahan menjadi kekuatan tak terkalahkan
- menemukan kekuatan yang menghasilkan dan membahagiakan
- menanamkan kebiasan-kebiasan pemenang
- mengasah otak kanan, kreativitas, dan imajinasi
- bersedekah lebih besar dari pendapatan
- menyingkap rahasia-rahasia Al Qur’an dan memanfaatkannya
- dan masih banyak lagi
PENGALAMAN PRIBADI SAYA :
Setelah membaca buku ini, saya mencoba mempraktekkan kekuatan sedekah saat kita sedang dalam keadaan lapang maupun sempit. Entah bagaimana secara otomatis, saya menyedekahkan beberapa uang langsung ke suatu tempat dimana banyak sekali saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dan apa yang terjadi?subhanalah…..Esok paginya sekitar jam 11.00 siang saya menerima 8 kali lipat uang hasil jerih payah saya mengerjakan proyek dari apa yang sudah saya sedekahkan. Ya benar sekali!8X lipat!!Sebenarnya kekuatan sedekah selain membersihkan harta kita, adalah sedekah mampu melancarkan rezeki dimana pintu-pintu rezeki yang tidak terduga datang dengan tanpa kita kehendaki. Oleh karenanya, jika para pembaca ingin mencoba bagaimana pengaruh dari kekuatan-kekuatan maupun keajaiban-keajaiban yang ada di dalam buku ini, saya menyarankan untuk membacanya. Boleh membeli langsung atau meminjam. Sudah tidak sabar?? silakan baca bukunya.
MARI JADIKAN DIRI KITA BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN
Jumat, 30 September 2011
karya mahasiswa tema " siapa saya"
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2
Nama : Muhamad Ihsan
NPM : 26209595
Kelas : 3 EB 18
Dosen : Ibu Diah Nurmalasari, SPd
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tugas 2 : Karya Mahasiswa Tema ” Siapa Saya”
“Siapa Saya”
Saya akan memperkenalkan diri, nama saya muhamad ihsan lahir di Bekasi tanggal 08 februari 1990. Saya adalah asli warga Bekasi, saya tinggal di daerah bekasi utara yaitu di kaliabang Pengarengan, saya sudah lama tinggal di sini bersama orang tua, karena orang tua saya juga asli warga Bekasi. Saya adalah anak ke- 4 dari 6 bersaudara , 3 saudara laki-laki dan 2 perempuan. Ayah saya adalah seorang guru swasta ayah mengajar di bidang agama, sedangkan ibu adalah seorang ibu rumah tangga.
Sejak kecil saya sekolah di madarasah ibtidaiyah atau setara dengan SD selama 6 tahun, setelah itu saya melnjutkan ke pondok pesantren Attaqwa di Bekasi selama 6 tahun, dari tingkat SMP sampai dengan tingkat SMA, disana saya menghabiskan waktu ya untuk menuntut ilmu dan belaja mengajir, karena orang tua saya juga lulusan pesantren Attaqwa.
Setelah saya lulus dari pondok pesantren Attaqwa, saya melanjutkan ke perguruan tinggi atau kuliah di Universitas Gunadarma yang bertempat di Bekasi. Sekarang saya adalah seorang mahasiswa, mengambil fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi S1. Saya bersyukur dan senang bisa kuliah di gunadarma, sebelumnya saya ingin ke UIN Jakarta tapi saya tidak lulus tes di sana , akhirnya saya memilih kuliah di sini, karena orang tua saya mendukung dan mensport kepada saya dan saya pun senang dan gembira.
Sekarang saya adalah mahasiswa gunadarma, dan saya sekarang sudah semester 5, tidak terasa saya kuliah di sini , saya senang kuliah di sini karena banyak ilmu dan pengetahuan yang saya dapat, mulai dari teknologi dan informasi mengenai kuliah, dan juga banyak teman-teman di sini.
Setelah lulus saya ingin sekali membahagiakan kedua orang tua ku yang pastinya ingin menjadi yang terbaik buat kedua orang tua saya. Karena orang tua saya sudah mendidik dan membiayai saya sejak kecil hingga sekarang aku bisa kuliah
Saya adalah orang ya suka dengan humoris dan juga suka bergaul dengan siapa pun asalkan dia baik kepada saya, karena saya tidak suka kepada orang yang cuex ,sombong dan juga pendiam. Hoby saya adalah olahraga, suka dengan musik dan juga jalan-jalan yang pastinya happy jadi itulah siapa saya yang yang sebenar-benar ya saya ketik di sini.
Nama : Muhamad Ihsan
NPM : 26209595
Kelas : 3 EB 18
Dosen : Ibu Diah Nurmalasari, SPd
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tugas 2 : Karya Mahasiswa Tema ” Siapa Saya”
“Siapa Saya”
Saya akan memperkenalkan diri, nama saya muhamad ihsan lahir di Bekasi tanggal 08 februari 1990. Saya adalah asli warga Bekasi, saya tinggal di daerah bekasi utara yaitu di kaliabang Pengarengan, saya sudah lama tinggal di sini bersama orang tua, karena orang tua saya juga asli warga Bekasi. Saya adalah anak ke- 4 dari 6 bersaudara , 3 saudara laki-laki dan 2 perempuan. Ayah saya adalah seorang guru swasta ayah mengajar di bidang agama, sedangkan ibu adalah seorang ibu rumah tangga.
Sejak kecil saya sekolah di madarasah ibtidaiyah atau setara dengan SD selama 6 tahun, setelah itu saya melnjutkan ke pondok pesantren Attaqwa di Bekasi selama 6 tahun, dari tingkat SMP sampai dengan tingkat SMA, disana saya menghabiskan waktu ya untuk menuntut ilmu dan belaja mengajir, karena orang tua saya juga lulusan pesantren Attaqwa.
Setelah saya lulus dari pondok pesantren Attaqwa, saya melanjutkan ke perguruan tinggi atau kuliah di Universitas Gunadarma yang bertempat di Bekasi. Sekarang saya adalah seorang mahasiswa, mengambil fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi S1. Saya bersyukur dan senang bisa kuliah di gunadarma, sebelumnya saya ingin ke UIN Jakarta tapi saya tidak lulus tes di sana , akhirnya saya memilih kuliah di sini, karena orang tua saya mendukung dan mensport kepada saya dan saya pun senang dan gembira.
Sekarang saya adalah mahasiswa gunadarma, dan saya sekarang sudah semester 5, tidak terasa saya kuliah di sini , saya senang kuliah di sini karena banyak ilmu dan pengetahuan yang saya dapat, mulai dari teknologi dan informasi mengenai kuliah, dan juga banyak teman-teman di sini.
Setelah lulus saya ingin sekali membahagiakan kedua orang tua ku yang pastinya ingin menjadi yang terbaik buat kedua orang tua saya. Karena orang tua saya sudah mendidik dan membiayai saya sejak kecil hingga sekarang aku bisa kuliah
Saya adalah orang ya suka dengan humoris dan juga suka bergaul dengan siapa pun asalkan dia baik kepada saya, karena saya tidak suka kepada orang yang cuex ,sombong dan juga pendiam. Hoby saya adalah olahraga, suka dengan musik dan juga jalan-jalan yang pastinya happy jadi itulah siapa saya yang yang sebenar-benar ya saya ketik di sini.
penalaran deduktif dan induktif
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2
Nama : Muhamad Ihsan
NPM : 26209595
Kelas : 3 EB 18
Dosen : Ibu Diah Nurmalasari, SPd
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tugas 1 :Penalaran, deduktif dan induktif
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
1. Pengertian Penalaran Induktif
Penlaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.
Contoh penalaran induktif : Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Macam – Macam Penalaran Induktif
Ada 3 jenis penalaran induksi :
a. Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Macam – macam generalisasi :
• Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
• Generalisasi tidak sempurana
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
b. Analogi
Adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya
2. Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif terebut dapat dimulai dai suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Macam – Macam Penalaran Deduktif
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Contohnya:
Semua manusia akan mati
Amin adalah manusia
Jadi, Amin akan mati (konklusi / kesimpulan)
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
Nama : Muhamad Ihsan
NPM : 26209595
Kelas : 3 EB 18
Dosen : Ibu Diah Nurmalasari, SPd
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Tugas 1 :Penalaran, deduktif dan induktif
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
1. Pengertian Penalaran Induktif
Penlaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.
Contoh penalaran induktif : Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Macam – Macam Penalaran Induktif
Ada 3 jenis penalaran induksi :
a. Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Macam – macam generalisasi :
• Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
• Generalisasi tidak sempurana
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
b. Analogi
Adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya
2. Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif terebut dapat dimulai dai suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Macam – Macam Penalaran Deduktif
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Contohnya:
Semua manusia akan mati
Amin adalah manusia
Jadi, Amin akan mati (konklusi / kesimpulan)
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
Langganan:
Postingan (Atom)